Hukum Qurban Idul Adha yang Perlu Diketahui

Sebelum kita membahas hukum qurban Idul Adha, ada baiknya kita pahami dulu pengertian dari Idul Adha itu sendiri. Bahasa Arab dari qurban adalah al-udhiyah, sedangkan adh-ha berarti permulaan siang setelah matahari terbit. Kata dhuha yang selama ini sering kita gunakan untuk menyebut solat dhuha adalah waktu di saat matahari sudah terbit cemerlang di langit. Menurut syariat, qurban adalah binatang ternak yang disembelih seperti kambing, sapi, ataupun unta. Qurban mempunyai tujuan untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Hewan ternak ini disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik yaitu hari 11, 12, dan 13 bulan Dzulihijah.

Hukum qurban Idul Adha

Hukum menyembelih adalah sunnah yang sangat diharap dan ditujukan menurut madzhab Imam Syafi’I fan jumbur Ulama. Ibadah qurban ditujukan untuk memupuk makna kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama yang harus dipertahankan. Qurban juga termasuk syiar agama. Hukum sunnah di sini ada 2 macam yaitu sunnah ainiyaj yang merupakan sunnah bagi orang yang mampu dan sunnah kifayah yang merupakan sunnah oleh sebuah kelaurga dengan menyembelih satu ataupun dua ekor binatang ternak untuk semua keluarga yang tinggal satu rumah.

Hukum qurban Idul Adha menjadi wajib bagi yang mampu menurut Imam Abu Hanifah. Hukum ini juga berlaku bagi Nabi Muhammad SAW dan ini adalah hukum khusus untuk beliau. Namun, qurban menjadi wajib bagi kita karena ada dua hal yaitu karena nadzar dan menentukan. Seseorang wajib berkurban apabila bernadzar jika seseorang berkata “aku bernadzar qurban di tahun ini”, maka saat itu seseorang itu wajib berkurban dengan kambing dan itu hukumnya wajib. Sedangkan dengan menentukan maksudnya adalah jika seseorang mempunyai hewan ternak seperti kambing dan berkata akan memastikan kambing tersebut untuk dikurbankan, maka qurban dengan kambing tersebut merupakan wajib hukumnya. Perlu diperhatikan bahwa hal ini akan berbeda jika ada seseorang berkata “aku mau berkurban dengan sapi/kambing ini”. Ungkapan tersebut sangat berbeda dengan kalimat sebelumnya karena belum ada kepastian dan ketentuan.

Kapan waktu menyembelih qurban? Anda bisa menyembelih qurban mulai dari terbitnya matahari di hari raya Idul Adha dan setelah selesai solat Idul Adha. Jika waktu tersebut sudah tiba maka sudah waktunya untuk menyembelih qurban. Sedangkan bagi mereka yang tidak melaksanakan solat Idul Adha pun juga harus bisa memperkirakan kapan solat Idul Adha selesai ataupun menunggu solatnya selesai. Perhatikan kapan khutbah dari masjid terdekat Anda sudah selesai. Waktu untuk menyembelih hewan qurban akan berakhir pada terbenamnya matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah di hari Tasyrik. Namun sebaik-baiknya waktu untuk menyembelih hewan qurban adalah pada saat selesainya solat dan khutbah di hari Idul Adha. Demikian hukum qurban Idul Adha.